Dewantara.id || PALI – Kedatangan Jaksa Agung Republik Indonesia (KAJAGUNG RI) Prof. Dr. H. ST Burhanuddin SH MM, beserta rombongan ke Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), ternyata membawa angin segar bagi Kejaksaan Negeri (Kajari) kabupaten PALI,

Pasalnya Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia datang menyempatkan waktu untuk meresmikan kantor Kejari Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang telah selesai dibangun beberapa waktu lalu, Bertempat di Jalan Merdeka KM 9, Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Selasa (7/5/2024).

Pada kesempatan itu juga Jaksa Agung Republik Indonesia Prof. Dr. H. ST Burhanuddin SH MM mengapresiasi atas pembangunan kantor baru Kejaksaan Negeri PALI oleh pemerintah daerah (pemda).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah berkomitmen dan konsisten dalam Pembangunan kantor Kejari PALI,” Ungkapnya.

Di sela sela acara Usai penandatanganan prasasti dan pemotongan pita, Jaksa Agung menyempatkan diri untuk menebar benih ikan di kolam retensi kantor Kejari PALI. Kemudian, dilanjutkan dengan peninjauan ruangan yang ada di kantor baru Kejari PALI, dan kegiatan diakhiri dengan santap siang bersama di aula kantor setempat.

Selanjutnya, Jaksa Agung menuju kantor Kejaksaan Negeri Prabumulih dalam rangka kunjungan kerja.

Ditempat yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) PALI Agung Arifianto SH MH mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Dr. Ir. H. Heri Amalindo MM yang telah membangun kantor mereka begitu mewah dan megah.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemkab PALI, terkhususnya kepada Pak Heri Amalindo yang sudah membantu membangun gedung yang mewah nan megah ini. Tentu, hal ini akan meningkatkan sinergitas antara Pemkab PALI dan Kejaksaan, serta berperan aktif dalam pencegahan korupsi,” Ujar Agung.

Untuk diketahui proses pembangunan kantor Kejari PALI yang baru menelan biaya kurang lebih sekitar Rp 43 miliar berasal dari APBD PALI.

“Pembangunan kantor Kejari PALI telah memakan waktu lebih kurang 6 tahun. Dimana pembangunan dimulai dari pemberian hibah pada tahun 2018 lalu. Kemudian pada tahun 2020 dilakukan pembangunan tahap pertama,” tutupnya.