Dewantara.id || PALEMBANG – Ketua PGRI Sumatera Selatan H. Ahmad Zulinto SPd MM menyatakan sangat tegas terhadap kecelakaan yang menimpa bus study tour siswa SD dari Kabupaten OKU Timur di Jalan Lintas Timur, Desa Buluh Cawang, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten OKI, Sumsel, Jumat (24/5/2024) sekitar pukul 20.25 WIB.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Palembang ini menyatakan melarang segala bentuk karya wisata untuk peserta didik di SD, SMP, dan SMA sederajat di Sumsel.“Sebagai Ketua PGRI Sumsel saya jelas merasa sangat prihatin. Dengan adanya musibah ini, saya imbau kepada seluruh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Sumsel untuk melarang kegiatan karya wisata atau study tour,” Ungkap Zulinto, Sabtu (25/05/2024).

Saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Zulinto menambahkan dirinya pernah membuat keputusan melarang dua hal yaitu melarang perpisahan di hotel dan karya wisata. Apalagi banyak karya wisata yang bukan menitik beratkan pada pendidikan.

Ini kita jadikan pelajaran yang berharga, khususnya dinas pendidkan kabupaten/kota mana pun, Tidak menutup kemungkinan bakal terjadi lagi, Apalagi karya wisata hanya jalan-jalan ke mal, bermain, dan berenang.Ayo terus adakan pengawasan, Ini menyangkut anak-anak kita jadi harus diperhatikan keselamatannya, Risikonya sangat tinggi, karena dapat kehilangan nyawa orang yang kita cintai,” ungkap Zulinto.

Hal senada disampaikan Pj Walikota Palembang Drs Ratu Dewa, M.Si. Menurut orang nomor satu di Palembang ini, dengan adanya peristiwa kecelakaan ini maka aturan untuk izin study tour di Palembang akan ditinjau kembali.

Kalau terjadi dan ada musibah seperti ini jelas akan dikaji lebih lanjut study tour untuk tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP di Palembang. Kemungkinan dilarang atau distop itu ada. Saya sudah tegaskan minta dicek benar, karena kalau ada berita musibah maka akan distop,” Kata Dewa.

Ratu Dewa juga menambahkan, dirinya meminta untuk pihak sekolah yang mau mengadakan study tour untuk harus ada rekomendasi dari Dinas Pendidikan Palembang.

Pihak sekolah juga harus melakukan pemeriksaan yang teliti tehadap kelayakan kendaraan. Pemkot Palembang melalui Dinas Perhubungan Palembang juga terus melakukan koordinasi dengan Kapolresta Palembang.

Laporan : Denny