Belajar dari Sumur Sungai Anggur Selatan: Kelas Nyata Energi Nasional
3 mins read

Belajar dari Sumur Sungai Anggur Selatan: Kelas Nyata Energi Nasional

MUARAENIM || DEWANTARA.id — Desa Tapus, Kecamatan Lembak, Muara Enim, bukan hanya rumah bagi sawah hijau dan rumah panggung. Di sinilah berdiri rig pengeboran Sumur Sungai Anggur Selatan-2 (SAS-2) milik PT Sele Raya Belida, yang kini jadi “laboratorium” nyata bagi dunia pendidikan energi di Indonesia. Bagi mahasiswa geologi, teknik perminyakan, dan kebijakan energi, keberhasilan SAS-2 adalah buku teks yang hidup — lengkap dengan tantangan teknis, koordinasi, hingga nilai keselamatan kerja.

Pembelajaran dari Lapangan
Dua tahun lalu, perusahaan menemukan cadangan migas di SAS-1. Tahun ini, mereka melanjutkan eksperimen ilmiah itu dengan SAS-2. “Kami belajar banyak dari pengalaman SAS-1. Setiap sumur adalah ruang belajar baru,” kata Juchiro Tampi, President & General Manager PT Sele Raya Belida.

Seperti proses pendidikan, setiap tahap pengeboran punya kurikulum: mulai dari survei geologi, analisis formasi, hingga uji kandung lapisan. Dengan dukungan SKK Migas, kontraktor, dan masyarakat, proyek ini memperlihatkan bagaimana teori di bangku kuliah berubah menjadi praktik lapangan yang memerlukan ketelitian, etika, dan kreativitas.

Zero Accident sebagai Modul Etika Kerja
SAS-2 bukan sekadar menemukan minyak dan gas. Ia mengajarkan nilai penting: keselamatan. Selama pengeboran yang dimulai 16 Juni 2025 hingga mencapai kedalaman akhir pada 18 Agustus 2025, tak satu pun insiden terjadi. “Kami selalu menempatkan aspek keselamatan (safety) sebagai prioritas utama,” ujar Juchiro.

Bagi dunia pendidikan, ini menjadi teladan bahwa sains dan teknologi harus berjalan beriringan dengan etika kerja. Mahasiswa teknik perminyakan dapat belajar bagaimana budaya keselamatan dibangun, sementara sekolah vokasi bisa meniru sistem pengawasan risiko yang mereka terapkan.

Sains Lapangan: Mengenal Formasi Talang Akar
Penemuan minyak dan gas pada lapisan batupasir Formasi Talang Akar dengan kemampuan alir 3.856 barrel minyak per hari dan 3,257 MMSCFD gas adalah data nyata untuk bahan ajar. Doni Argiyanto, Senior Manager Exploration & Exploitation PT Sele Raya Belida, menjelaskan bahwa mereka melakukan wireline logging, Side Wall Core (SWC), Reservoir Data Testing (RDT), dan Uji Kandung Lapisan (UKL).

Data ini bukan hanya penting bagi industri, tapi juga bahan riset bagi dosen dan mahasiswa. Dari sini, mereka bisa memahami karakteristik batuan, reservoir, serta metode interpretasi data. Inilah “kelas besar” yang menghadirkan Indonesia sebagai laboratorium energi.

Inspirasi untuk Generasi Muda
Keberhasilan SAS-2 juga mengajarkan pentingnya sinergi lintas sektor: pemerintah, industri, dan masyarakat. Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Selatan, Yunianto, menegaskan dukungan ini bagian dari Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yakni Swasembada Energi. “Kami memastikan semua program mendukung Swasembada Energi berjalan lancar,” ujarnya.

Pelajar dan mahasiswa dapat melihat bahwa keberhasilan industri migas bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal komunikasi, manajemen risiko, dan kepemimpinan. Nilai-nilai ini relevan bagi siapa saja yang ingin membangun karier di sektor strategis.

Energi Pengetahuan
SAS-2 mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan, kerja sama, dan keberanian mengambil risiko dapat menghasilkan terobosan. PT Sele Raya Belida membuktikan bahwa ketahanan energi nasional lahir dari proses belajar yang terus-menerus, disiplin, dan etika kerja.

Bagi dunia pendidikan, kisah SAS-2 adalah undangan terbuka: datanglah belajar ke lapangan, temukan energi pengetahuan, dan jadikan pengalaman itu bahan bakar untuk masa depan negeri. Dari Sungai Anggur Selatan, kita melihat bahwa pendidikan tak hanya ada di kelas, tetapi juga di sumur-sumur eksplorasi yang menanti untuk digali maknanya.

TEKS / FOTO : RELEASE | EDITOR : IMRON SUPRIYADI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *