BAZNAS Banyuasin Salurkan Daging Kurban kepada 360 Penerima Manfaat melalui Program Kurban Berkah Berdayakan Desa
DEWANTARA || BANYUASIN – Pagi di halaman Kantor BAZNAS Kabupaten Banyuasin itu terasa berbeda. Matahari belum terlalu tinggi ketika sejumlah panitia mulai sibuk menata meja distribusi, menyiapkan kantong-kantong daging kurban, hingga mengatur jalannya proses penyembelihan hewan. Di sela kesibukan itu, gema takbir terdengar pelan, bersahutan dengan suara warga yang mulai berdatangan.
Kamis, 28 Mei 2026, halaman sederhana itu menjadi saksi bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam tidak hanya diajarkan di ruang kelas atau mimbar pengajian, tetapi juga dipraktikkan langsung melalui kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.
Melalui program nasional Kurban Berkah Berdayakan Desa, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuasin kembali mendapat amanah dari BAZNAS RI untuk melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban bagi masyarakat.
Program tersebut merupakan hasil sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan, BAZNAS OKI, dan BAZNAS Banyuasin dalam upaya menghadirkan manfaat kurban hingga ke desa-desa dan masyarakat yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Banyuasin, H AH Demiyati Mahasar, mengatakan bahwa ibadah kurban sesungguhnya bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menumbuhkan empati sosial dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah mempercayakan hewan kurban untuk masyarakat Banyuasin. Insya Allah amanah ini akan kami sampaikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya,” ujarnya.
Menurut Demiyati, semangat Idul Adha harus menjadi sarana pendidikan karakter bagi umat Islam, terutama generasi muda, agar tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama.
“Semoga pada tahun-tahun mendatang jumlah hewan kurban semakin meningkat sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” katanya.
Pada pelaksanaan tahun ini, BAZNAS Banyuasin menerima amanah tiga ekor sapi kurban dari para mudhahi yang menyalurkan ibadah kurbannya melalui BAZNAS RI.
Wakil Ketua Bidang Distribusi sekaligus Ketua Pelaksana, Ansori, menjelaskan bahwa sapi pertama merupakan kurban atas nama Mutiara Dinanti Siregar, Fatty Khatuzakiyah binti Ngatiman, Yulfan Sidqi Nurrishahal, Satria Dhantes, Dinda Banistula, Tjoetjoe Sandjaya Heenanto, dan Ratna Kirana.
Sementara sapi kedua berasal dari Rina Herviana, Ridwan Aji Budi Prasetyo, Fauziah Yani, Cahaya Juwaini, Julian Juwadi, Ratih Sukma Pratiwi, dan Siti Wasinah.
Adapun sapi ketiga merupakan kurban dari Futu Fajar Arietanti, Enrico Darmanto Pitono, Irma Yulistyawati Puspaningrum, Rosita Primajani Achmad, R Muh Deddy Hanif S, Ita Sardjito binti R Sardjito, serta Riska Fawitri.
“Semoga seluruh pekurban yang menyalurkan ibadah kurbannya melalui BAZNAS diterima Allah SWT dan menjadi amal ibadah yang penuh keberkahan,” ujar Ansori.
Di bawah tenda sederhana yang dipenuhi aktivitas panitia, proses penyembelihan dilakukan dengan tertib dan penuh kehati-hatian sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan BAZNAS RI. Mulai dari penyembelihan, pencacahan daging, hingga pendistribusian dilakukan secara teratur dan transparan.
Sebanyak 360 penerima manfaat menerima distribusi daging kurban pada kegiatan tersebut. Nama-nama penerima telah diverifikasi sebelumnya agar bantuan tepat sasaran.
“Alhamdulillah penyaluran berjalan lancar dan tertib. Seluruh penerima telah memenuhi persyaratan administrasi,” kata Ansori.
Namun lebih dari sekadar angka distribusi, kegiatan itu menyimpan pelajaran penting tentang makna berbagi dalam Islam. Kurban mengajarkan bahwa sebagian rezeki yang dimiliki manusia sesungguhnya juga terdapat hak orang lain di dalamnya.
Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, daging kurban menjadi kebahagiaan tersendiri bagi banyak keluarga kecil. Sejumlah warga tampak datang dengan membawa kantong sederhana dan kupon penerimaan. Ada yang menggunakan sepeda motor tua, ada pula yang berjalan kaki dari rumah mereka.
Seorang ibu paruh baya tampak memegang erat kupon pembagian sambil memandangi proses penyembelihan hewan kurban. Wajahnya memancarkan rasa syukur yang sederhana, tetapi begitu tulus.
Pemandangan seperti itu mengingatkan bahwa pendidikan Islam sejatinya bukan hanya soal hafalan dan teori, melainkan juga bagaimana membentuk manusia yang memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Menurut Ansori, program Kurban Berkah Berdayakan Desa memiliki nilai strategis dalam memperkuat semangat gotong royong dan ukhuwah di tengah masyarakat.
“Program ini bukan hanya soal ibadah kurban. Ada nilai silaturahim, kepedulian, dan pemberdayaan masyarakat di dalamnya,” ujarnya.
Menjelang siang, satu per satu kantong daging mulai dibagikan kepada warga. Panitia memanggil nama penerima melalui pengeras suara kecil. Warga mengantre dengan tertib di bawah cuaca yang mulai panas.
Tak ada kemewahan di halaman kantor itu. Namun justru dari tempat sederhana itulah, makna Idul Adha terasa begitu dekat dan nyata: bahwa kebahagiaan sering kali lahir dari kemampuan untuk berbagi dan memastikan orang lain tidak pulang dengan tangan kosong.
Teks: H Ahirman | Editor: Imron Supriyadi | Foto: Dok. BAZNAS Banyuasin
