MUARAENIM || Dewantara.Id – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Julaibib, Pondok Pesantren Laa Roiba, Sabtu (14/3/2026) pagi. Sejak pukul 09.45 WIB, ratusan santri telah duduk bersila di lantai masjid mengikuti Kegiatan Sosial Ramadhan (Santunan Anak Yatim, Piatu, dan Dhuafa, Wilayah Ring-1 PT Bukit Asam Tbk).
Kegiatan yang berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WIB itu dihadiri jajaran CSR PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Dewi Yustisiana, para pengasuh Pondok Pesantren Laa Roiba, serta ratusan santri.
Kehadiran Dewi Yustisiana dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadhan di daerah pemilihannya.
Dalam sambutannya, Putri dari pasangan H Kahar Muzakir dan Suci Rohani ini mengajak para santri memahami peran lembaga negara, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).
Dewi menjelaskan bahwa DPR-RI merupakan lembaga legislatif yang salah satu fungsinya adalah melakukan pengawasan terhadap pemerintah. Ia kemudian bertanya kepada para santri apakah mereka mengetahui tentang DPR-RI.

“Para santri juga perlu mengetahui tentang DPR-RI, karena boleh jadi di antara kalian nanti ada yang menjadi anggota dewan atau menjadi pemimpin, seperti di DPR, atau menjadi pemimpin perusahaan seperti bapak-bapak dari PTBA yang hadir hari ini,” ujarnya.
Menurut Dewi, para santri sebagai calon pemimpin masa depan harus memiliki kecerdasan intelektual sekaligus ketangguhan mental. Ia menekankan pentingnya sikap tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Sebagai calon pemimpin harus pintar, tangguh, dan tidak boleh cengeng. Apalagi laki-laki, harus kuat dalam setiap kondisi. Bisa jadi suatu saat di antara kalian ada yang menjadi pimpinan pondok pesantren yang tentu menghadapi banyak tantangan,” tegas perempuan kelahiran 5 Februari 1978 ini.
Lebih lanjut, Politisi Fraksi Golkar ini juga menjelaskan bahwa di DPR-RI terdapat berbagai komisi dengan bidang tugas yang berbeda, sebagaimana kelas-kelas di sekolah. Ia menyebut dirinya berasal dari Komisi XII yang berkonsentrasi pada bidang ketahanan energi dan mineral.
“Apa itu ketahanan energi?” tanya Dewi kepada para santri.
Ia kemudian menjelaskan bahwa salah satu sumber energi penting di Indonesia adalah batubara yang digunakan untuk mendukung pembangkit listrik. Karena itu, PT Bukit Asam Tbk menjadi salah satu mitra kerja Komisi XII dalam sektor energi.

Setelah sambutan Dewi, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pengasuh pesantren, KH Taufik Hidayat, S.Ag., M.I.Kom. Ia membuka sambutannya dengan doa bagi para tamu yang hadir.
Taufik mendoakan jajaran Komisi XII DPR-RI, khususnya Dewi Yustisiana, serta jajaran PT Bukit Asam Tbk agar terhindar dari segala bala dan bencana, baik dari kawan maupun lawan, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, serta dari gangguan manusia maupun jin.
Dalam kesempatan itu, Taufik juga menjelaskan asal-usul nama Pondok Pesantren Laa Roiba. Nama tersebut diambil dari ayat Al-Qur’an dalam Surah Al-Baqarah ayat 2 yang berbunyi “Dzalikal kitabu laa raiba fiih”, yang berarti tidak ada keraguan di dalamnya.
“Kata Laa Roiba kami ambil sebagai nama pesantren ini. Pada tahun 2018 saat peletakan batu pertama, kami hanya bermodal keyakinan, bahkan bisa dibilang sedikit ‘nekad’, tetapi di dalamnya ada keyakinan bahwa tidak ada keraguan dalam pertolongan Allah,” kata Taufik.
Menurut dia, seiring perjalanan waktu, Allah menghadirkan banyak orang baik yang membantu berdirinya pesantren tersebut hingga berkembang seperti sekarang.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini Pondok Pesantren Laa Roiba telah membuka Kampus B di Desa Panangjaya, Kecamatan Gunung Megang. Di lokasi itu tengah dilakukan pembangunan Masjid R Hasan yang masih dalam tahap penyelesaian.
“Kalau berkenan, Bu Dewi boleh ‘melempar’ satu atau dua sak semen sebagai bagian dari kesaksian kebaikan dalam pembangunan Masjid R Hasan di Pondok Pesantren Laa Roiba 2,” ujarnya.
Taufik menuturkan bahwa sebagian besar santri di pesantren tersebut berasal dari kalangan yatim dan dhuafa. Karena itu, setiap tahun ketika santri hendak pulang menjelang Idul Fitri, mereka terbiasa membawa pulang sarung baru, peci baru, serta uang jajan sekadarnya.
“Kami selalu berdoa agar di akhir Ramadhan Allah menghadirkan orang-orang baik yang ikut memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa ini,” katanya.
Ia menyebut kehadiran Dewi Yustisiana dan jajaran PT Bukit Asam Tbk melalui program CSR sebagai salah satu bentuk kebaikan tersebut. Taufik berharap segala bantuan yang diberikan akan dibalas Allah dengan kebaikan yang serupa, bahkan lebih besar.
“Tidak ada balasan dari sebuah kebaikan kecuali dengan kebaikan,” ujarnya mengutip ayat Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Taufik juga menyinggung etos kerja selama bulan Ramadhan. Menurut dia, berpuasa tidak seharusnya menjadi alasan untuk menurunkan semangat bekerja.
“Puasa atau Ramadhan bukan berarti harus mengurangi etos kerja di semua instansi. Alhamdulillah di bulan Ramadhan ini jajaran PTBA dan Komisi XII tidak menurunkan kinerja sehingga bisa berkunjung ke pondok ini,” katanya.
Ia kemudian berseloroh mengenai sebagian orang yang memaknai Ramadhan dengan cara berbeda.
“Ada juga yang memaknai bahwa pada bulan Ramadhan harus ada pengurangan waktu bekerja. Meski bekerja itu ibadah, sisa waktunya dipakai untuk tidur, dengan alasan tidurnya orang berpuasa itu ibadah. Tapi ada orang yang ingin mendapatkan keduanya, sehingga dia tidur di tempat kerja,” ujarnya yang disambut tawa ringan para hadirin.
Menjelang akhir acara, para peserta mengikuti doa bersama sekaligus muhasabah diri. Dalam sesi itu para santri dan tamu diajak mengevaluasi diri atas berbagai kesalahan, baik kepada diri sendiri, kepada orang tua, kepada pasangan hidup, kepada guru, maupun kepada tetangga.
Doa dimulai dengan melafalkan istighfar, dilanjutkan kalimat tahlil, dan membaca Surah Al-Fatihah.
Setelah doa bersama, dilakukan penyerahan santunan kepada para santri yatim, piatu, dan dhuafa. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama antara jajaran PT Bukit Asam Tbk, Dewi Yustisiana, para pengasuh pesantren, dan para santri sebagai penanda berakhirnya kegiatan Ramadhan pagi itu.
TEKS / FOTO : IMRON SUPRIYADI


