PALI || Dewantara.id – Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah terutama di Sumberjo kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Kondisi tersebut turut mendorong kepedulian berbagai pihak untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, salah satunya melalui penyaluran air bersih.
PT. BGP melalui Humas Survei Seismik 3D Peony Bersama Karang Taruna Sumberjo menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di kawasan Sumberjo, Sabtu (19/9/2026).

Bantuan tersebut diberikan setelah masyarakat setempat mulai merasakan dampak kekeringan.
Warga menyebut, dalam kurang lebih dua bulan terakhir hujan tidak turun, sehingga ketersediaan air bersih mulai menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat.
Cuaca panas yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir membuat kebutuhan terhadap air bersih semakin meningkat. Air tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi, tetapi juga untuk berbagai keperluan rumah tangga sehari-hari.
Kehadiran bantuan air bersih tersebut pun mendapat sambutan positif dari warga. Masyarakat mengaku terbantu karena pasokan air dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi kemarau.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan. Kondisi sekarang memang sudah mulai terasa kering karena sudah sekitar dua bulan tidak turun hujan,” ujar salah seorang warga Sumberjo RT 12.
Menurut warga, kondisi kemarau membuat masyarakat harus lebih menghemat penggunaan air. Bantuan seperti ini dinilai sangat berarti, terutama bagi warga yang mengalami keterbatasan dalam mendapatkan pasokan air bersih.
Baca Juga : https://dewantara.id/2026/08/27/satreskrim-polres-banyuasin-amankan-terduga-pembakaran-lahan/
“Air merupakan kebutuhan utama. Kalau kemarau panjang seperti ini, tentu kami harus menghemat. Dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu,” katanya.
Warga berharap perhatian terhadap kondisi masyarakat selama musim kemarau dapat terus dilakukan. Mereka juga berharap hujan segera turun sehingga persoalan ketersediaan air tidak semakin meluas.
Sementara itu, Ade Perwakilan Humas Sismik mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi dampak musim kemarau.

Ia menilai kondisi kekeringan tidak boleh dianggap sepele karena air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat setiap hari.
“Kami melihat masyarakat mulai merasakan dampak kemarau. Sudah sekitar dua bulan hujan tidak turun, sehingga kebutuhan air bersih menjadi semakin penting,” ujar Ade.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga, meskipun sifatnya untuk membantu kebutuhan dalam menghadapi kondisi kemarau.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Mudah-mudahan bantuan air bersih ini bisa membantu memenuhi kebutuhan warga dan sedikit meringankan kondisi yang mereka hadapi,” katanya.
Ade menambahkan, kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya dilakukan ketika terjadi persoalan besar. Menurutnya, kondisi yang langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari warga juga perlu mendapat perhatian.
“Kita harus peka terhadap kondisi masyarakat. Kalau ada warga yang membutuhkan air bersih karena kemarau, tentu sebisa mungkin kita hadir dan membantu,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga penggunaan air secara bijak selama musim kemarau. Penghematan air dinilai penting agar ketersediaan air dapat dimanfaatkan secara optimal hingga kondisi cuaca kembali normal.
“Yang paling penting sekarang kita sama-sama menjaga dan menghemat penggunaan air. Semoga musim kemarau ini segera berakhir dan hujan kembali turun,” tutur Ade.
Bagi karang taruna Sumberjo, bantuan tersebut tidak hanya menjadi pasokan air di tengah kekeringan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat.
“Kami berterima kasih karena masih ada yang peduli dengan kondisi warga. Semoga kepedulian seperti ini terus berlanjut dan semoga hujan segera turun,” pungkas koordinator karang taruna Sumberjo.
editor : (esa/red)

