Pak Kiai, Kok Amplopnya Lebih Tebal dari Santri?

Seperti sudah menjadi tradisi, setiap kali ada musibah kematian, Kiai Muis, pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Rahmat Palembang, hampir selalu diundang untuk datang bersama para santrinya. Tak tanggung-tanggung. Sekali diminta datang, minimal 40 santri ikut serta. Kadang-kadang lebih. Bukan sekadar datang, membaca Yasin, lalu pulang. Dalam tradisi takziah keluarga pejabat di Palembang, rangkaian doa […]

Baca Selanjutnya