Jerit Warga Terdampak Kemarau, BPBD PALI Gercep Gelontorkan Bantuan Air hingga Larut Malam

PALI DAERAH

PALI || Dewantara.id – Musim kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) benar-benar menguji ketahanan warga.

Di Kampung Sumberjo, Kelurahan Talang Ubi Utara, sumur-sumur galian warga sedalam belasan meter kini tinggal kenangan—kering total tanpa setetes air.

Di tengah himpitan krisis yang memaksa warga merogoh kocek ekstra demi membeli air demi bertahan hidup, secercah harapan akhirnya datang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI bergerak cepat (gercep) menerjunkan armada truk tangki, membawa kehidupan langsung ke jantung pemukiman warga. Rabu (28/10/26)

Teror Kekeringan dan Beban Warga

Memasuki puncak kemarau tahun ini, situasi hidrologi di wilayah Talang Ubi Utara kian memprihatinkan. Bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah, krisis air bersih bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan beban hidup yang kian mencekik. Keperluan paling mendasar seperti memasak, minum, mandi, hingga sanitasi harian menjadi barang mewah yang sulit diakses secara mandiri.

Baca Juga : https://dewantara.id/2026/10/14/jelang-kejurnas-dinkes-dan-rsud-anwar-mahakil-pastikan-atlet-tinju-pali-siap-tempur/

Merespons jeritan dan laporan darurat dari masyarakat, BPBD Kabupaten PALI tak tinggal diam. Status tanggap darurat lokal langsung ditetapkan, dan armada truk tangki merah berkapasitas besar dikerahkan membelah jalanan kampung menuju titik-titik terparah.

Sapa Warga hingga Larut Malam

Kehadiran truk tangki BPBD di Kampung Sumberjo disambut dengan antusiasme luar biasa oleh puluhan kepala keluarga. Uniknya, proses pendistribusian sengaja digeber hingga larut malam.

Baca Juga : https://dewantara.id/2026/09/06/kolektif-ibu-gelar-pameran-benah-benih-di-rumah-jala-production-yogyakarta/Kolektif

Langkah taktis ini diambil agar seluruh warga—termasuk para pekerja buruh harian yang baru pulang beraktivitas—tetap terlayani dan mendapatkan jatah air secara merata.Suasana gotong royong tampak kental di lokasi.

Personel BPBD bahu-membahu dengan warga setempat, membentangkan selang panjang dari truk menuju wadah-wadah penampungan warga.

Dengan tertib, warga mengantre sambil membawa beragam wadah: mulai dari jeriken plastik, ember, hingga drum besi bekas bermerek Pertamina.

Baca juga : https://dewantara.id/2026/09/29/panen-2-ton-melon-inthanon-lapas-banyuasin-terus-mendukung-program-ketahanan-pangan-/

Ketegasan dan Komitmen Pemerintah

Menanggapi aksi cepat tanggap ini, Kepala BPBD Kabupaten PALI menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam meringankan beban masyarakat.

Ia memastikan bahwa seluruh pasokan air bersih yang didistribusikan dalam masa darurat ini 100 persen gratis tanpa ada pungutan biaya apa pun.

“Seluruh pasokan air bersih yang dialokasikan dalam penanganan bencana kekeringan ini dipastikan 100% gratis. Tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apa pun kepada warga terdampak. Ini adalah wujud nyata hadirnya pemerintah di tengah kesulitan masyarakat,” tegas Kepala BPBD Kabupaten PALI.

Guna mengantisipasi perluasan wilayah krisis, Kepala BPBD juga membeberkan mekanisme penanganan yang terstruktur serta mengimbau masyarakat untuk proaktif melapor melalui jalur resmi.

“Bagi wilayah lain yang mengalami krisis serupa, kami meminta warga segera berkoordinasi dengan Ketua RT/RW atau Pemerintah Desa setempat untuk mengajukan permohonan tertulis. Begitu surat masuk dan diverifikasi, tim kami akan langsung menjadwalkan pengiriman armada tangki ke lokasi,” jelasnya.

Selain menyiagakan layanan pengaduan cepat (Call Center darurat) untuk respons real-time, pihak BPBD tak lupa mengingatkan masyarakat luas agar senantiasa bijak dan hemat dalam menggunakan air di tengah kemarau ekstrem ini.

Senyum Haru dan Apresiasi Warga

Aksi kemanusiaan ini langsung memicu gelombang apresiasi mendalam dari warga Sumberjo. Sambil menggotong jeriken dan drum yang kini telah terisi penuh, senyum lega tampak terpancar dari wajah-wajah warga yang sebelumnya dilanda kecemasan.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya petugas BPBD PALI yang sudah peduli dan mengantarkan air langsung ke depan rumah kami. Sudah berminggu-minggu sumur kami kering total. Bantuan air gratis ini benar-benar menyelamatkan kami dari kesulitan dan meringankan beban dapur kami,” ungkap salah seorang perwakilan warga dengan penuh haru.

Di tengah ancaman musim kemarau yang belum usai, kehadiran air bersih ini menjadi napas panjang bagi warga. BPBD PALI memastikan bahwa misi kemanusiaan ini akan terus berlanjut secara berkala ke titik-titik rawan kekeringan lainnya di Bumi Serepat Serasan, hingga situasi benar-benar kembali normal.

(red/esa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *