Ubah Sampah Jadi Rupiah: DLH PALI Gelar Sosialisasi “Dari Sampah Jadi Berkah” di Kelurahan Talang Ubi Barat

PALI DAERAH

PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR || DEWANTARA.ID — Persoalan sampah kerap kali dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai masalah pelik yang hanya berujung di tempat pembuangan akhir.

Namun, paradigma tersebut mulai digugah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui langkah progresif : menyulap tumpukan sisa rumah tangga menjadi pundi-pundi rupiah yang bernilai ekonomis.

Semangat perubahan ini menggema kuat dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah bertema “Dari Sampah Jadi Berkah”, yang diselenggarakan secara sukses di Aula Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, pada Senin, 2 November 2026.

Baca juga : https://dewantara.id/2026/10/30/warga-talang-ubi-barat-melepas-kepergian-lurah-tercinta-hati-kami-tetap-bersama-ibu-mis-rita//

Acara strategis ini tidak hanya sekadar menjadi ajang penyuluhan biasa, melainkan momentum kebangkitan kesadaran lingkungan dari tingkat akar rumput.

Hal ini tercermin dari tingkat kehadiran peserta yang antusias, yakni para Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) setempat, yang menjadi garda terdepan dalam menata kebersihan dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

Sampah Bukan Akhir, Melainkan Aset Bernilai Ekonomi

Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH PALI, Dr. Utari Hikmah Pratiwi, S.T., M.T., memukau para peserta lewat gaya pemaparan materi yang interaktif dan membumi.

Ia menegaskan bahwa sampah sebenarnya hanyalah sisa aktivitas manusia yang belum dikelola secara optimal.

“Sampah bukanlah hal yang asing lagi bagi kita. Sampah adalah sisa yang tidak digunakan lagi, namun sampah rumah tangga ini sebenarnya bisa menjadi sumber nilai ekonomi jika kita paham cara pengelolaannya,” ujar Dr. Utari di hadapan puluhan pengurus RT dan RW.

Dalam sesinya, Dr. Utari secara rinci mengedukasi peserta mengenai urgensi pemilahan sampah sejak dari sumbernya (tingkat rumah tangga).

Ia membagi sampah ke dalam empat kategori utama agar penanganannya lebih terarah:

  • Sampah Organik : Sisa makanan, dedaunan, dan material alami pembusuk yang ideal diolah menjadi pupuk kompos bernutrisi tinggi.
  • Sampah Anorganik : Plastik, botol bekas, kaleng, dan material bernilai daur ulang tinggi yang bisa disetorkan ke bank sampah untuk mendatangkan uang.
  • Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) : Limbah elektronik, baterai bekas, hingga kemasan bahan kimia rumah tangga yang memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan.
  • Sampah Residu : Material sisa yang sulit diurai dan harus ditangani melalui prosedur pembuangan akhir yang aman.

Lampu Merah Volume Sampah dan Sinergi Tingkat Akar Rumput

Lebih lanjut, Dr. Utari juga mengingatkan audiens mengenai ancaman nyata dari laju timbunan sampah di Indonesia.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, rata-rata volume sampah yang dihasilkan setiap individu di Indonesia dapat mencapai angka hingga 7 kg per hari.

Baca Juga : https://dewantara.id/2026/10/29/strategi-pengamanan-wilayah-pemkab-banyuasin-perkuat-kesiapsiagaan-karhutla-lewat-banpres-rp15-miliar/

Jika laju ini dibiarkan tanpa adanya kesadaran kolektif untuk memilah dan mendaur ulang sejak dini, dampaknya dipastikan akan berujung pada bencana ekologis, seperti pencemaran parah pada struktur tanah dan degradasi kualitas sumber air bersih di permukiman warga.

Antusiasme tinggi yang terlihat sepanjang acara turut membuktikan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan aparatur kelurahan.

Lurah Talang Ubi Barat, Nendy Satria Yudha, S.Tr.Ip., yang turut mendampingi jalannya acara, menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mengawal program ini secara berkelanjutan.

Bersama para Ketua RT dan RW, pihaknya berkomitmen meneruskan edukasi ini langsung kepada masyarakat luas di tingkat rumah tangga.

Menuju Pilot Project Kawasan Mandiri Sampah di PALI

Melalui kolaborasi strategis ini, Kelurahan Talang Ubi Barat diproyeksikan untuk bertransformasi menjadi pionir percontohan (pilot project) kawasan mandiri sampah di Kabupaten PALI.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa dengan menumbuhkan kepedulian bersama, tumpukan sampah yang selama ini dianggap sebagai beban sosial dan lingkungan, ternyata dapat disulap menjadi berkah nyata yang mendatangkan kesejahteraan finansial bagi masyarakat.

Laporan : Rangga || editor : Essa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *