Warga Talang Ubi Barat Melepas Kepergian Lurah Tercinta: “Hati Kami Tetap Bersama Ibu “Mis Rita”

PALI DAERAH

PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR || Dewantara.id — Dinamika dan roda penyegaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali berputar.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari akselerasi kinerja, penyegaran roda organisasi, serta penguatan tata kelola pemerintahan daerah agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat di Bumi Serepat Serasan.

Di penghujung Oktober 2026, Bupati PALI, Asgianto, ST., secara resmi memimpin jalannya pengambilan sumpah dan pelantikan terhadap 26 pejabat administrator dan pengawas.

Salah satu titik krusial yang paling menyita perhatian publik dalam gerbong mutasi yang dihelat pada Rabu, 28 Oktober 2026 tersebut adalah pergeseran posisi pimpinan di Kelurahan Talang Ubi Barat.


Tongkat estafet kepemimpinan di kelurahan tersebut kini resmi berpindah. Jabatan yang selama ini diemban dengan penuh dedikasi, kehangatan, dan pendekatan humanis oleh Hj. Ritawati Anwar, S.Th.I., M.Si., NL.P—atau yang akrab dan hangat disapa Mis Rita—kini diserahterimakan kepada Nendy Satria Yudha, S.Tr.Ip.

Baca Juga : https://dewantara.id/2026/10/29/strategi-pengamanan-wilayah-pemkab-banyuasin-perkuat-kesiapsiagaan-karhutla-lewat-banpres-rp15-miliar/

Langkah mutasi ini sekaligus menandai babak baru bagi karir kepemimpinan Mis Rita. Dengan dilantiknya lurah yang baru, sosok birokrat perempuan yang dinilai sukses membangun sinergi di tingkat tapak ini melangkah ke ruang pengabdian yang lebih luas sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Talang Ubi.

Dua Tahun Merajut Ikatan Batin: “Hati Saya Tetap Menjadi Warga di Sini”

Menutup lembaran masa pengabdiannya di Kelurahan Talang Ubi Barat yang terhitung sejak tahun 2024 hingga 2026, Mis Rita menyampaikan rasa syukur, terima kasih, serta salam perpisahan yang begitu menyentuh relung hati.

Rekam jejak pengabdian selama kurang lebih dua tahun tersebut dirasakannya berlalu begitu cepat namun sarat akan makna kehidupan.

Bagi Mis Rita, menakhodai Kelurahan Talang Ubi Barat bukan sekadar urusan menandatangani berkas administratif atau menjalankan rutinitas aturan pemerintahan semata.

Baca Juga : https://dewantara.id/2026/10/29/step-out-drilling-di-abab-berhasil-tambah-potensi-produksi-gas-pertamina-ep-adera/

Lebih dari itu, setiap harinya adalah proses merajut ikatan kekeluargaan dan merawat silaturahmi yang erat dengan warga.

“Jabatan adalah amanah, bukan milik abadi. Hari ini amanah itu telah berpindah. Saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Asgianto yang telah memberi saya kesempatan emas untuk mengabdi dan melayani warga Talang Ubi Barat,” ungkap Mis Rita dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengenang bahwa perjalanan memimpin kelurahan ini memberikan banyak pelajaran berharga tentang kearifan lokal, ketulusan warga, dan indahnya kebersamaan dalam membangun lingkungan.

“Selama saya menjabat, saya tidak hanya belajar memimpin, tapi belajar menjadi bagian dari keluarga besar Kelurahan Talang Ubi Barat. Tidak ada bekal mewah yang saya bawa pulang selain doa-doa baik dari warga semua,” kenangnya penuh haru.
Dalam ruang apresiasi tersebut,

Mis Rita tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen pilar masyarakat.

Dukungan tanpa henti dari jajaran staf kelurahan, para Ketua RT dan RW, kader PKK, kader Posyandu, anggota Linmas, pemuda Karang Taruna, hingga para tokoh agama dan tokoh masyarakat diakuinya sebagai kunci utama keberhasilan berbagai program kelurahan selama ini.

Baca Juga : https://dewantara.id/2026/10/29/semangat-sumpah-pemuda-2026-kepala-desa-semangus-lian-sasnadi-ajak-pemuda-jadi-penggerak-utama-pembangunan-desa/

Dengan kerendahan hati seorang pemimpin, ia juga mengutarakan permohonan maaf yang tulus jika selama masa kepemimpinannya masih terdapat kekurangan atau aspirasi warga yang belum sepenuhnya terakomodasi.

“Jika selama ini ada pelayanan yang kurang maksimal, tutur kata yang tidak sengaja melukai, atau janji pembangunan yang belum sempat tertunaikan, saya mohon maaf setulus hati. Saya tidak lagi menjabat sebagai Lurah, tapi hati saya tetap menjadi bagian dari warga di sini. Pintu silaturahmi di rumah saya akan selalu terbuka lebar untuk siapapun,” tutur Mis Rita menyunggingkan senyum hangat.

Mengakhiri pesan pesannya, ia mengajak seluruh warga Kelurahan Talang Ubi Barat untuk tidak ragu memberikan dukungan penuh, semangat gotong royong, dan sinergi yang sama kepada lurah yang baru, Nendy Satria Yudha, demi membawa kelurahan tersebut ke tingkat yang lebih maju dan sejahtera.

Penghormatan dan Tangis Haru Warga: Sosok Pemimpin yang Membumi


Pergantian kepemimpinan ini meninggalkan kesan mendalam sekaligus rasa kehilangan tersendiri di hati warga Talang Ubi Barat. Karakter kepemimpinan Hj. Ritawati Anwar yang begitu ramah, membumi, tidak memberi sekat antara pejabat dan rakyat, serta telaten dalam mengayomi setiap keluhan warga telah mengukir kehangatan tersendiri.

Gelombang apresiasi, ucapan terima kasih, dan doa-doa kebaikan mengalir deras dari berbagai lapisan masyarakat—mulai dari ibu-ibu kader PKK yang merasa kehilangan sosok pengayom, para pemuda Karang Taruna yang selalu didukung kegiatannya, hingga para tokoh masyarakat senior.

Salah seorang perwakilan warga setempat menyampaikan kesan emosionalnya terkait kepemimpinan Mis Rita yang dinilai telah memberikan teladan nyata tentang arti seorang pelayan masyarakat.

Baca Juga : https://dewantara.id/2026/10/28/jerit-warga-terdampak-kemarau-bpbd-pali-gercep-gelontorkan-bantuan-air-hingga-larut-malam/

“Mis Rita adalah sosok pemimpin yang benar-benar membumi. Beliau tidak pernah canggung turun ke lapangan, selalu mendengarkan aspirasi warga dengan penuh kesabaran tanpa sekat sedikit pun. Kami sangat kehilangan, namun di sisi lain kami juga sangat bangga atas pencapaian beliau,” ungkap salah satu perwakilan warga dengan nada haru.

“Kami mendoakan yang terbaik untuk amanah baru beliau sebagai Sekcam Talang Ubi. Semoga Ibu senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, dan terus menjadi inspirasi bagi banyak orang di mana pun bertugas,” tambahnya.

Kini, lembaran baru kepemimpinan di Kelurahan Talang Ubi Barat resmi dimulai. Di bawah komando Nendy Satria Yudha, S.Tr.Ip., harapan besar masyarakat kini tertumpang agar program-program pembangunan, kualitas pelayanan publik, serta semangat kebersamaan yang telah terbina dapat terus dirawat dan ditingkatkan ke depannya.

Laporan : Rangga || editor : Essa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *