Banyuasin || Dewantara.id — Pemerintah Kabupaten Banyuasin kembali menunjukkan komitmen seriusnya dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., M.M., secara resmi membuka kegiatan Pembinaan dan Pendampingan UMKM bagi Pelaku Usaha Kabupaten Banyuasin Tahun Anggaran 2026. Acara strategis ini dilangsungkan di Kantor Kecamatan Banyuasin I pada Senin, 2 November 2026.
Didampingi oleh Kepala Dinas Koperindag Banyuasin, H. Adam Ibrahim, S.E., M.Si., kehadiran Wakil Bupati dalam acara ini menegaskan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu prioritas utama dalam arah pembangunan ekonomi daerah tahun ini.
Mengusung Konsep Pilot Project untuk Efektivitas Maksimal
Program pembinaan yang diinisiasi oleh Dinas Koperindag Banyuasin ini dirancang secara terstruktur dan terukur. Pada tahap awal pelaksanaan, kegiatan ini diikuti oleh 100 pelaku UMKM pilihan yang berasal dari wilayah Kecamatan Banyuasin I.
Kecamatan Banyuasin I dipilih sebagai lokasi perdana atau pilot project dari total lima kecamatan yang telah ditetapkan sebagai model percontohan. Masing-masing kecamatan dalam tahap percontohan ini melibatkan 100 orang peserta.
Menurut pihak penyelenggara, pemilihan lima kecamatan pada tahap awal ini didasarkan pada pertimbangan rasional terkait keterbatasan waktu dan sumber daya. Dengan cakupan yang lebih fokus, proses pembinaan, pendampingan, hingga tahap evaluasi lanjutan dapat dilakukan secara jauh lebih intensif, mendalam, dan tepat sasaran. Pemerintah Kabupaten Banyuasin menargetkan agar keberhasilan dari program percontohan ini nantinya dapat direplikasi secara bertahap ke-16 kecamatan lain yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Banyuasin.
UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi Daerah
Dalam arahannya di hadapan para peserta, Wakil Bupati Netta Indian memaparkan pandangannya mengenai posisi strategis sektor UMKM. Ia menegaskan bahwa UMKM memiliki peran yang sangat vital dan krusial dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
Lebih lanjut, ia merinci tiga kontribusi utama UMKM bagi kesejahteraan masyarakat, yaitu:
Penyerapan Tenaga Kerja: Menjadi wadah penciptaan lapangan kerja mandiri bagi masyarakat lokal.
Pengentasan Kemiskinan: Meningkatkan taraf hidup keluarga pelaku usaha dan lingkungan sekitar.
Pemberdayaan Masyarakat: Membangun kemandirian ekonomi dari tingkat akar rumput.
”Pembinaan dan pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan seremonial dan pengurusan perizinan saja, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan,” tegas Netta Indian di tengah acara.
Transformasi Digital: Kunci UMKM Banyuasin Menembus Pasar Global
Di penghujung arahannya, Wabup Netta memberikan motivasi khusus kepada para pelaku usaha yang hadir. Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak gagap teknologi dan segera beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman yang bergerak cepat.
Pemanfaatan teknologi digital dinilai sebagai kunci utama agar produk-produk lokal asal Banyuasin mampu bersaing tidak hanya di pasar regional, melainkan hingga kancah nasional maupun global. Melalui pemanfaatan platform digital, promosi produk dapat dilakukan secara lebih luas, efisien, dan menjangkau konsumen yang lebih segmented.
Melalui langkah nyata dan terstruktur ini, Pemkab Banyuasin optimis bahwa para pelaku UMKM lokal akan naik kelas, mandiri, dan menjadi motor penggerak utama kemajuan ekonomi daerah di tahun 2026 dan tahun-tahun mendatang
Laporan : pirman

