Belajar dari Tulang Belakang: Literasi Kesehatan Publik di Media Tour RS Premier Bintaro
Di sebuah ballroom Hotel Harper, Palembang, Rabu 27 Agustus 2025, puluhan jurnalis duduk menyimak. Bukan sekadar konferensi pers biasa, acara itu terasa seperti ruang kelas terbuka. Bedanya, papan tulis diganti layar presentasi, dan guru yang berdiri di depan bukan dosen kampus, melainkan seorang dokter spesialis tulang belakang.
Itulah suasana Media Tour 2025 RS Premier Bintaro, yang kali ini mengangkat tema “Update Management of Spine Problem.” Palembang menjadi kota kedua setelah Yogyakarta. Bagi RS Premier Bintaro, acara ini bukan sekadar promosi layanan kesehatan, melainkan bagian dari pendidikan publik: mengenalkan cara baru memahami dan menangani persoalan tulang belakang.
Dokter Sebagai Guru
Hadir sebagai narasumber utama, dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine, tampil bukan hanya sebagai ahli bedah, tetapi juga pendidik. Dengan bahasa sederhana, ia memaparkan persoalan medis yang kerap dialami banyak orang—mulai dari nyeri punggung kronis, saraf kejepit, hingga skoliosis.
Yang paling menarik, ia memperkenalkan teknologi robotik bernama ROBBIN (Robot Bintaro), sistem navigasi untuk operasi tulang belakang. Teknologi ini, kata Asrafi, mampu mengurangi risiko, mempercepat pemulihan, sekaligus memberi rasa aman kepada pasien. Penjelasannya menjadi seperti materi kuliah singkat tentang literasi kesehatan modern, yang membuat para jurnalis terlibat aktif bertanya.
Literasi Kesehatan untuk Masyarakat
Diskusi sore itu membuktikan satu hal: literasi kesehatan penting. Banyak wartawan yang awalnya awam tentang tulang belakang, pulang membawa pengetahuan baru. Pengetahuan itu kelak bisa mereka teruskan kepada pembaca.
Inilah dimensi pendidikan dari acara seperti ini. Media menjadi saluran ilmu, sementara rumah sakit berperan sebagai penyedia materi pembelajaran. Dengan model seperti ini, masyarakat tidak hanya menjadi pasien pasif, tetapi ikut menjadi pembelajar aktif tentang tubuh mereka sendiri.
Pendidikan Holistik dari Rumah Sakit
RS Premier Bintaro sendiri dikenal sebagai rumah sakit swasta yang menekankan patient-centered care sejak berdiri tahun 1998. Namun lewat Media Tour, mereka menegaskan peran lebih luas: bukan hanya tempat berobat, melainkan juga institusi pendidikan publik di bidang kesehatan.
Dengan layanan unggulan seperti Spine Center, Orthopedic Center, Heart Centre, Stroke Center, hingga Wellness Center, rumah sakit ini membuka jalan bagi masyarakat untuk belajar tentang gaya hidup sehat, pencegahan penyakit, dan pilihan terapi modern.
Inspirasi untuk Dunia Pendidikan
Bagi kalangan pendidikan, Media Tour semacam ini bisa menjadi inspirasi. Proses belajar tidak harus selalu terjadi di ruang kelas formal. Ia bisa berlangsung di hotel, di rumah sakit, atau bahkan di ruang tunggu klinik. Setiap pengetahuan yang dibagikan—apalagi tentang kesehatan—adalah investasi jangka panjang untuk masyarakat.
Pelajaran terbesar dari Media Tour di Palembang ini adalah kesadaran bahwa pendidikan publik harus lintas sektor. Rumah sakit, media, pemerintah, dan masyarakat dapat saling bekerja sama untuk mencerdaskan bangsa dalam hal kesehatan.
Menjadikan Pengetahuan sebagai Obat
Ketika acara usai, banyak jurnalis masih sibuk berdiskusi. Mereka tak hanya membawa rekaman wawancara, tetapi juga membawa pemahaman baru tentang kesehatan tulang belakang. Dari situlah pendidikan menemukan maknanya: mengubah ketidaktahuan menjadi kesadaran, dan kesadaran menjadi tindakan.
Karena dalam dunia kesehatan, pengetahuan bukan sekadar informasi. Ia adalah obat pertama yang bisa mencegah sakit, menumbuhkan kepedulian, dan memberi harapan.
Dan lewat Media Tour 2025 ini, RS Premier Bintaro telah menunjukkan bahwa rumah sakit yang baik bukan hanya tempat merawat tubuh, melainkan juga tempat mendidik masyarakat agar lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.
TEKS : YULIE AFRIANI | EDITOR : IMRON SUPRIYADI


