MUARA ENIM || Dewantara.id — Bupati Edison memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Bappeda Kabupaten Muara Enim segera menganggarkan perbaikan jalan menuju Pondok Pesantren Pondok Pesantren Laa Roiba sepanjang 120 meter dengan lebar sekitar 4 meter.
Perintah itu disampaikan Edison saat menghadiri Milad ke-7 dan Haflatul Wada’ ke-5 Pondok Pesantren Laa Roiba di halaman utama pondok pesantren tersebut, Kamis (7/5/2026).
Dalam sambutannya, Edison mengatakan akses menuju pondok pesantren harus menjadi perhatian pemerintah daerah karena menyangkut kenyamanan para santri, wali santri, dan masyarakat yang beraktivitas di lingkungan pondok.
“Edison juga meminta perbaikan jalan menuju pondok pesantren yang mulai rusak akibat hujan dan usia. Jalan itu, menurut dia, harus segera diperbaiki agar aktivitas santri dan wali santri tidak terganggu,” ujarnya.

Ia meminta jajaran PU dan Bappeda segera mencatat kebutuhan tersebut untuk dimasukkan dalam perencanaan anggaran daerah.
Acara Milad dan Haflatul Wada’ itu berlangsung khidmat di tengah guyuran hujan deras yang turun sekitar pukul 08.18 WIB. Meski hujan mengguyur kawasan pondok, lebih dari 500 tamu undangan tetap bertahan mengikuti rangkaian acara.
Bupati Edison bersama istri bahkan tetap hadir di tengah hujan deras dengan dipayungi ajudan saat memasuki area pondok pesantren. Kehadiran mereka disambut langsung Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Laa Roiba, KH Taufik Hidayat bersama istri, Hj Tina Mardiana, dengan pengalungan sorban.
Turut hadir unsur Forkopimda, OPD Kabupaten Muara Enim, jajaran Polres dan Kodim, Ketua MUI Muara Enim, Ketua Baznas Muara Enim, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, organisasi Islam, para camat, kepala desa, wali santri, hingga perwakilan BUMN dan swasta.
Suasana acara semakin hidup dengan penampilan Dai Cilik Musyafa, santri MI Laa Roiba, Tim Marawis Al Hidayah Tanjung Jati, serta penampilan Syarhil Quran santri Laa Roiba yang menjadi juara MTQ ke-47 Kabupaten Muara Enim tahun 2026.
Dalam sambutannya, KH Taufik Hidayat menjelaskan Pondok Pesantren Laa Roiba berdiri sejak 2018 dengan fokus utama membina anak-anak yatim dan dhuafa secara gratis.
“Pondok ini kami dirikan khusus untuk anak-anak yatim dan dhuafa. Semua santri di sini gratis. Tidak ada yang membayar,” kata Taufik.
Ia mengaku gagasan mendirikan pondok itu lahir dari perjalanan hidupnya sejak SMA hingga kuliah yang banyak bersentuhan langsung dengan kehidupan kaum miskin.
“Saya pernah berjualan roti di rumah susun di Palembang, jualan sapu, jualan mainan anak-anak di pasar. Di situlah saya melihat sendiri ada anak-anak yang seharusnya sekolah, tetapi justru sibuk membantu orang tua, bahkan ada yang tidak memiliki orang tua,” ujarnya.
Kegelisahan sosial itu kemudian dituangkannya dalam skripsi berjudul Islam Pembebas Kaum Mustadhafin yang terinspirasi dari pemikiran sosiolog Iran, Ali Syariati.
Menurut dia, nama “Laa Roiba” diambil dari Surah Al-Baqarah yang berarti “tidak ada keraguan”.
“Tidak ragu membela yatim dan tidak ragu memperjuangkan dhuafa,” katanya.
Taufik menegaskan penerimaan santri dilakukan secara ketat dengan survei langsung ke lapangan untuk memastikan calon santri benar-benar berasal dari keluarga yatim dan dhuafa.
Ia juga menyebut perjuangan pondok pesantren tersebut sejalan dengan amanat UUD 1945 Pasal 34 ayat 1 tentang pemeliharaan fakir miskin dan anak terlantar, serta nilai-nilai Surah Al-Ma’un yang menekankan kepedulian terhadap anak yatim dan kaum miskin.
BACA ARTIKEL TERKAIT LAINNYA :
- Diguyur Hujan, Bupati Muara Enim Masih Hadir di Pesantren Laa Roiba
- Antara Hujan, Bupati, dan “Kacamata Kuda”
Sementara itu, Bupati Edison mengajak masyarakat dan ASN di lingkungan Pemkab Muara Enim untuk memperkuat kepedulian sosial melalui sedekah dan dukungan terhadap pendidikan agama.
“Kalau membantu perjuangan pendidikan dan dakwah seperti ini, insyaallah menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung lembaga pendidikan keagamaan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berlangsung secara nasional.**
Teks / Foto : Tim Media PP Laa Roiba | Editor : Imron Supriyadi

