PALI|| Dewantara.id — Enam tahun lalu, Mesi Saputri harus meninggalkan mimpinya menjadi guru karena terpaksa putus sekolah. Perekonomian yang sulit saat masa pandemi Covid-19, membuat Mesi harus berhenti sekolah di kelas 10 SMA. Saat itu dirinya berusia 15 tahun.
Hidup mesti terus berlanjut. Mesi kemudian menikah muda dan menjadi ibu rumah tangga. Ia tinggal bersama anak bayinya di Pengabuan, PALI, sedangkan suaminya tinggal di Palembang karena pekerjaan sebagai operator alat berat.
Baca Juga : https://dewantara.id/2026/07/27/dakwah-yang-menggerakkan-ekonomi/
Meski sudah berkeluarga, Mesi, masih menyimpan rapi impiannya menjadi seorang guru. Keinginan kembali bersekolah selalu ia sematkan dalam setiap doa.
Pada 2026, doa Mesi perlahan terjawab. Ia dihubungi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Ilmi tentang kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Kembali dari PT Pertamina EP Adera Field.
Perusahaan yang merupakan bagian Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 itu memberikan dukungan kepada anak-anak yang putus sekolah untuk kembali menempuh pendidikan melalui Paket C. Selain bantuan pendidikan nonformal, anak-anak yang putus sekolah itu diberikan pelatihan keterampilan menjahit.

Caption: Program Sekolah Kembali Pertamina EP Adera Field membuka ruang bagi anak-anak putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan sekaligus mempelajari keterampilan menjahit yang menjadi bekal setelah lulus.
Setelah mendapatkan informasi mengenai program itu, ia langsung meminta izin ke suami untuk bersekolah lagi. Suami Mesi, Raka Santoso, pun memberi restu untuk sang istri.
Mesi dan 70 orang warga yang putus sekolah lainnya mengikuti pendidikan nonformal Paket C lewat program Sekolah Kembali. Rata-rata usia mereka 20-25 tahun dan bersemangat menyambung kembali harapan untuk hidup lebih baik. Mereka belajar 15 mata pelajaran secara rutin seminggu dua kali.
Baca juga : https://dewantara.id/2026/07/26/ketika-bp4abi-dan-kementerian-agama-menyatukan-langkah/
Pembelajaran itu juga diselingi dengan pelatihan keterampilan menjahit. Selain belajar matematika dan mata pelajaran lainnya, Mesi dan peserta lainnya juga belajar membuat baju, celana, hingga tas.
Dukungan ini menjadi bagian dari upaya membekali peserta dengan kemampuan praktis yang dapat dikembangkan sebagai keterampilan tambahan di masa depan.
Pertengahan Juni 2026, Mesi menjalani ujian Paket C. Ia lulus. Rasa syukur pun tak terbendung. Mimpi Mesi yang sempat mati itu bangkit kembali.
“Kalau tidak ada program Sekolah Kembali dari PEP Adera, mungkin saya tidak bisa melanjutkan sekolah. Sekarang saya mau lanjut berkuliah di jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), dari kecil saya ingin menjadi guru dan mengajar,” ucap Mesi yang kini berusia 21 tahun.
Mesi berkata Sekolah Kembali memberikan kesempatan kedua bagi dirinya dan warga lain yang putus sekolah. Mereka tak lagi tertinggal dan mulai berani bermimpi kembali.
Baca Juga : https://dewantara.id/2026/07/26/dari-fikih-ke-tasawuf-menjaga-hati-di-tengah-gemuruh-amal/
Saat ini, Mesi sedang menunggu proses pendaftaran untuk berkuliah.
Sembari menunggu, ia membuka warung dan usaha menjahit di rumahnya. Usaha kecil-kecilan itu ia buka dengan modal pengetahuan dari pelatihan di Sekolah Kembali.
“Alhamdulillah sekarang ada saja yang mau mengecilkan celana atau menjahit baju. Saya bisa mendapatkan sekitar Rp400 ribu per bulan, lumayan untuk tambahan penghasilan dari suami,” ujar Mesi.
Program Sekolah Kembali terwujud berkat kolaborasi PEP Adera Field dengan dua lembaga pendidikan masyarakat, yaitu PKBM Nurul Ilmi dan PKBM Tiga Dewa. Selain itu, program ini juga merupakan hasil kolaborasi perusahaan bersama para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah setempat. Sasarannya adalah anak putus sekolah dari tingkat SD hingga SMA di sekitar wilayah operasi.
Komitmen PEP Adera Field melalui program ini mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten PALI.
“Kami mengapresiasi Pertamina EP Adera Field dalam menghadirkan program yang memberikan kesempatan bagi anak-anak yang sebelumnya terhambat melanjutkan pendidikan untuk kembali memperoleh akses belajar dan pengembangan keterampilan,” ujar Staf Khusus Bupati PALI Supran Mastura.
Manager Community Involvement and Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Iwan Ridwan Faizal menyampaikan program Sekolah Kembali bertujuan memberi kesempatan kedua bagi anak putus sekolah melalui jalur pendidikan nonformal, sekaligus memperkuat kapasitas peserta melalui pengembangan keterampilan praktis. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Di balik mereka yang belum sempat mengenyam pendidikan, selalu ada mimpi yang menunggu untuk diwujudkan. Pertamina EP Adera Field hadir untuk mengembalikan harapan itu, memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang belum beruntung agar dapat melanjutkan pendidikan dan meraih mimpi yang sempat tertunda,” ucap Iwan.
Tentang PHR Zona 4
PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Puspita Adiyani Candra
Officer Media Relations Zona 4
No. Hp: +62 821-3200-4260

