Menembus Batas Krisis: Wabup Banyuasin Netta Indian Tinjau Puing Kebakaran di Gelebak Dalam, Tegaskan Negara Hadir untuk Petani Kecil

BANYUASIN DAERAH PERISTIWA

BANYUASIN || Dewantara.id — Di tengah debu sisa kebakaran dan kerangka bangunan yang menghitam, secercah harapan dan empati kemanusiaan hadir langsung dari pucuk pimpinan daerah.

Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., M.M., didampingi oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Rambutan, bergerak cepat meninjau secara langsung lokasi musibah kebakaran rumah warga di Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, pada Senin (02/11/2026).

Baca Juga : https://dewantara.id/2026/10/21/jaga-obvitnas-dan-ketahanan-energi-nasional-pertamina-ep-pendopo-field-gagalkan-aksi-ilegal-tapping/

Langkah taktis dan responsif ini merefleksikan manifestasi nyata dari kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat yang sedang menghadapi eskalasi krisis, sekaligus memperkuat pilar solidaritas sosial di Bumi Sedulang Setudung.

Ekskursi Peristiwa dan Ketahanan Mental Korban

Kebakaran hebat yang melanda kawasan pemukiman ini menyisakan duka mendalam bagi Subur Makmur (52), seorang petani lokal yang kesehariannya mengandalkan penghasilan dari mengolah lahan pertanian.

Sebagian besar kerangka bangunan rumahnya kini tinggal arang, dengan tingkat kerusakan struktural yang dikategorikan sangat parah.

Baca Juga : https://dewantara.id/2026/10/08/pemkab-dan-dprd-banyuasin-resmi-sepakati-perubahan-apbd-2026/

Kendati demikian, di balik musibah yang melumpuhkan tersebut, terdapat aspek yudisial dan sosial yang patut disyukuri: insiden ini tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka fisik, sebab rumah sedang berada dalam keadaan kosong ketika api mulai menjilat bangunan.

Namun, kerugian finansial dan hilangnya rasa aman tentu menjadi pukulan telak bagi kehidupan sang petani beserta keluarganya.

Memahami kompleksitas beban psikologis tersebut, kehadiran fisik para pemangku kebijakan di garis depan menjadi angin segar yang memulihkan moral korban.

Sinergi Lintas Sektor dan Komitmen Pemerintah Daerah


Dalam dialog interaktif yang berlangsung di lokasi kejadian, Wabup Netta Indian menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya solidaritas kolektif dan ketahanan sosial dalam menghadapi bencana.

“Pemerintah Kabupaten Banyuasin tidak akan tinggal diam ketika warganya tertimpa musibah. Kehadiran kami di sini hari ini adalah representasi dari komitmen moral bahwa pemerintah daerah senantiasa berdiri membersamai masyarakat, bahu-membahu merajut kembali asa yang sempat runtuh akibat cobaan ini,” tegas Netta Indian di hadapan warga setempat.

Sebagai bentuk penanganan darurat (emergency response), Pemkab Banyuasin melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung menyalurkan bantuan logistik esensial.

Baca Juga : https://dewantara.id/2026/09/29/panen-2-ton-melon-inthanon-lapas-banyuasin-terus-mendukung-program-ketahanan-pangan-/

Paket bantuan tersebut mencakup komoditas kebutuhan pokok pangan sehari-hari, serta perlengkapan pendukung istirahat berupa kasur dan tikar guna memfasilitasi kebutuhan darurat keluarga korban.

Langkah cepat ini diharapkan mampu menjadi stimulus awal bagi proses pemulihan (early recovery).

Selanjutnya, aparatur pemerintah tingkat kecamatan bersama pemerintah desa setempat akan terus berkoordinasi secara sinergis guna merumuskan langkah-langkah rehabilitasi lanjutan, memastikan bahwa jaring pengaman sosial di Kabupaten Banyuasin berfungsi secara optimal, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Laporan : Pirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *