Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim Resmi Buka Diklat Koding dan AI, Dorong Guru Bertransformasi di Era Digital 2026

BANYUASIN DAERAH

PALEMBANG || Dewantara.id — Akselerasi teknologi digital yang kian masif meluas ke berbagai lini kehidupan kini menuntut sektor pendidikan untuk bertransformasi cepat. Menjawab tantangan zaman tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuasin mengambil langkah konkret dan strategis untuk membekali para pendidik dengan keterampilan masa depan.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA., IPU., ASEAN.Eng., secara resmi membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) bagi Guru Tahun 2026. Pelatihan bertaraf strategis ini berlokasi di Asrama Haji, Palembang, pada Senin (2/11/2026), sebagai komitmen nyata pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pendidikan yang adaptif, inovatif, dan melek teknologi.

​Kecerdasan Artifisial: Pendamping Cerdas, Guru Tetap Kendali Utama

​Dalam pidato arahannya, Erwin Ibrahim menggarisbawahi bahwa penguasaan koding (coding) serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence / AI) bukan lagi sekadar tren teknologis, melainkan instrumen krusial dalam dunia pendidikan modern. Kehadiran AI dinilai mampu mengakselerasi efisiensi dan akurasi pengolahan data pembelajaran di sekolah.

​Kendati demikian, Erwin memberikan penekanan mendalam terkait etika dan batasan penggunaan teknologi. Menurutnya, secanggih apa pun algoritma yang digunakan, kendali utama serta empati pengajaran harus tetap berada di tangan guru sebagai pendidik manusia.

​”AI membantu kita mempermudah dalam pengolahan data yang akurat. Namun, peran AI ini sebagai pendamping, tetap kita yang utama dalam melakukan pengarahan dan kroscek data yang dihasilkan dengan benar,” tegas Erwin di hadapan para peserta.

​Lebih lanjut, Sekda Banyuasin merinci tiga pilar utama peran kecerdasan artifisial dalam menunjang ekosistem pendidikan modern:

  1. ​Pembelajaran Adaptif (Adaptive Learning): Memungkinkan guru memetakan karakteristik, kecepatan, dan kebutuhan belajar setiap siswa secara personal sehingga materi yang disajikan lebih efektif.
  2. ​Akses Belajar Lebih Luas: Meretas batas ruang kelas dengan membuka cakrawala serta jangkauan literatur dan materi pembelajaran digital yang jauh lebih kaya.
  3. ​Pengambilan Keputusan Berbasis Data (Data-Driven Decision Making): Membantu manajemen sekolah mendeteksi potensi kesenjangan belajar peserta didik sejak dini melalui analisis tata kelola data yang presisi.

​Di akhir arahannya, Erwin membakar semangat para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara optimal. “Ikuti diklat ini dengan baik, pelajari dengan baik agar guru mampu meng-upgrade kemampuan sesuai dengan kemajuan teknologi yang ada. Selamat mengikuti diklat dan segera mengimplementasikannya di sekolah masing-masing,” pesannya.

​Cetak Pendidik Melek Teknologi Melalui Kolaborasi Strategis

​Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banyuasin, Ishak Juharsa, S.Kom., MM., didampingi Kepala Bidang Pengembangan SDM Aparatur BKPSDM, Hellen Hefriany, S.Kom., M.Si., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.

​Ishak menjelaskan bahwa diklat ini dirancang secara eksklusif dan intensif. Sebanyak 30 tenaga pendidik pilihan yang mewakili 30 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di seluruh wilayah Kabupaten Banyuasin dihadirkan untuk mengikuti pelatihan koding dan AI ini.

​”Pelatihan ini diberikan agar guru sebagai tenaga pendidik terus berjalan selaras dengan perkembangan teknologi pendidikan yang terus berubah secara dinamis,” ujar Ishak.

​Guna menjamin bobot materi serta daya terapan yang tinggi, BKPSDM Banyuasin menggandeng pakar kependidikan tepercaya, yakni Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), Dra. Ohorella Erma, M.Ikom., sebagai narasumber utama.

​Melalui penyelenggaraan Diklat Koding dan AI ini, Pemerintah Kabupaten Banyuasin menaruh harapan besar agar mutu serta daya saing pendidikan daerah dapat melompat lebih jauh. Inisiatif ini diproyeksikan menjadi pemantik terciptanya ekosistem belajar berbasis digital yang inklusif, melahirkan generasi pendidik yang siap membimbing siswa menghadapi tantangan era kedepan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *