PALI || Dewantara.id – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor perikanan lokal. Melalui Dinas Perikanan, Pemkab PALI secara resmi menyalurkan bantuan sarana dan prasarana kepada para nelayan yang beroperasi di wilayah perairan umum darat pada hari Senin, (27/04/2026).
Bantuan serah terima ini merupakan bagian dari program Kegiatan Pemberdayaan Nelayan Kecil yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas serta menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan di Bumi Serepat Serasan.
Baca Juga : https://dewantara.id/2026/04/26/belajar-tak-mengenal-usia-tpa-alang-alang-lebar-launching-tpa-lansia/
Dalam penyaluran kali ini, bantuan yang diberikan berupa perangkat fungsional yang menjadi kebutuhan dasar nelayan, yakni Cool Box (Kotak Pendingin) dan Jala. Penggunaan cool box diharapkan dapat menjaga rantai dingin (cold chain) hasil tangkapan agar tetap segar hingga sampai ke tangan konsumen, sementara jala baru diharapkan dapat mempermudah proses penangkapan ikan di sungai dan rawa.
Baca Juga : https://dewantara.id/2026/04/26/ke-mana-arah-seniman-kulonprogo-mencari-ruang-menyusun-ekosistem/
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PALI, Ali Sadikin, S.P., M.P., menyatakan bahwa bantuan ini disasar khusus untuk nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB).
“Kami ingin memastikan nelayan kecil kita tidak hanya mampu menangkap ikan dalam jumlah banyak, tetapi juga mampu menjaga kualitasnya. Dengan cool box, nilai jual ikan tetap tinggi karena kesegarannya terjaga. Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung ekonomi kerakyatan,” ujar Ali Sadikin.
Adapun Daftar Kelompok Penerima Bantuan yang diserahkan kepada lima KUB yang tersebar di beberapa desa strategis, Yaitu KUB Nelayan Makmur Desa Prambatan, KUB Maju Bersama Desa Prambatan, KUB Sungai Meriu Desa Tanjung Kurung, KUB Harapan Baru Desa Tanjung Kurung dan KUB Layar Biru Desa Tempirai.
Lanjutnya, Ali Sadikin menjelaskan bahwa pola pemberian bantuan melalui KUB bertujuan untuk mendorong kerja sama antar-nelayan.
Menurutnya, pemberdayaan berbasis kelompok akan lebih efektif dibandingkan bantuan perorangan, karena menciptakan ekosistem saling bantu dalam pemasaran dan pengelolaan alat.
“Pemberdayaan nelayan kecil adalah prioritas kami. Kami berharap alat-alat ini dirawat dengan baik dan dipergunakan semaksimal mungkin untuk meningkatkan taraf hidup keluarga para anggota KUB,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para pengurus KUB. Mereka menilai bantuan ini sangat tepat waktu, mengingat tantangan cuaca dan keterbatasan alat tangkap seringkali menjadi kendala utama dalam mencari nafkah di perairan umum PALI.
Dengan adanya stimulan ini, Pemerintah Kabupaten PALI berharap sektor perikanan tangkap dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan daerah dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di tingkat perdesaan.
Reporter: Rahasmin Sawiran. editor : Essa

